|
Maestro Energi Alternatif Bioetanol
Suatu saat nanti, minyak yang menjadi andalan energi saat ini akan habis. Lantas apa yang harus kita lakukan kelak? Kalau pertanyaan itu diajukan ke Soelaiman Budi Sunarto jawabnya akan mengejutkan. "Tidak usah takut, kita punya cadangan minyak yang tidak akan bakal habis!"
Rupanya, yang namanya minyak sebagai bahan bakar tidak hanya diperoleh lewat eksploitasi dari dalam bumi, tapi juga bisa dibikin. Dibikin dari apa? Dari tanaman. "Semua yang hijau bisa difermentasi menjadi bahan bakar alternatif. Negeri kita kaya," kata pria yang akrab dipanggil Budi itu.
Soelaiman Budi, sejak 1997-1998 telah bergelut dengan pemanfaatan energi alternatif. Energi yang dinamakan bioetanol tersebut dia utak-utik di wilayah pinggiran Karangayar, kira-kira 20 km dari pusat kota, tepatnya di Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan. Di situ dia melakukan eksperimen sekaligus mengaplikasikan semua temuannya.
Bioetanol merupakan etanol atau alkohol yang diproduksi melalui proses fermentasi bahan-bahan organik yang mengandung glukosa. Karena glukosa menjadi bahan dasar, pedesaan menjadi tempat yang tepat baginya untuk memulai. "Jerami, sekam, dan berbagai tumbuhan mudah saya temui di desa. Gratis pula," kata pendiri Koperasi Serba Usaha Agro Makmur ini.
Hasil dari berkutatnya Budi di energi alternatif, menghasilkan setidaknya 33 temuan yang sebagian besar terkait pengembangan energi alternatif, dan sebagian terkait agroindustri. Dari sekian banyak temuan, tak ada satu pun yang dipatenkan. Beberapa temuannya adalah bioetanol padat, kompor bahenol, budidaya jamur, bakteri pengurai, hingga temuan yang terakhir, pelet kotoran sapi.
|